Kamis, 18 November 2010

WISATA BULUKUMBA

Wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba

Griyawisata.com, Tanjung bira merupakan objek wisata yang terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Pantai pasir putih yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan ini, menyediakan sarana seperti perhotelan, restoran, dan sarana telekomunikasi.
Pantai bira berlokasi sekitar 41 km kearah timur dari kota bulukumba. Dengan airnya jernih, anda tak perlu ragu lagi untuk berenang dan berjemur di pantai ini. Selain itu, dari pantai ini, anda dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.
Pantai ini termasuk pantai yang bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Sehingga turis-turis asing dari berbagai negara banyak yang berkunjung ke tempat ini untuk berlibur. Di lokasi, para pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti berenang, berjemur, diving dan snorkling.
Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari  Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp35.000,-. Kemudian, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh dengan menggunakan mobil  pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp8.000,- hingga Rp10.000,-.
Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, langsung menuju ke terminal Malengkeri (Kota Makassar) dengan menggunakan taksi yang tarifnya sekitar Rp40.000,-. Di terminal ini kemudian naik bus tujuan Bulukumba atau yang langsung ke Tanjung Bira. Namun sesampainya ke lokasi Pantai Tanjung Bira, biaya tiket masuk sebesar Rp5.000,-.[wlmn/rr]

Panrita Lopi

Bumi Panrita Lopi di Tana Beru

Bumi Panrita Lopi di Tana Beru


Keterangan gambar: Barisan Gading atau Tulang perahu yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. (foto: susan stephanie/detik.com)


Ketika kecil, adakah yang pernah bercita-cita menjadi seorang pelaut tangguh?
Kalau iya, mungkin harus belajar dari suku Bugis di Sulawesi. Suku Bugis mempunyai sejarah panjang tersendiri yang patut dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Pada jamannya, mereka berlayar ke seluruh pelosok nusantara untuk berdagang rempah-rempah, hasil bumi dan laut menggunakan Kapal Pinisi buatan mereka sendiri.Perjalanan kali ini membawa kami ke Tana Beru di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Di sinilah tempat berkumpulnya para Panritalopi, bahasa Bugis yang artinya Ahli Kapal.

Beberapa jenis kapal atau perahu yang dibuat di sini antara lain kapal nelayan, kapal penumpang, bahkan sampai kapal pesiar. Termasuk juga Kapal Pinisi kebanggaan masyarakat Bugis.

Harganya? Sebagai perbandingan, umumnya 1 kapal melayan kecil mencapai harga 65 juta rupiah. Peminatnya pun bukan hanya masyarakat lokal, tetapi juga mancanegara.



Keterangan gambar: Pian, yang bercita-cita menjadi polisi. (foto: susan stephanie/detik.com)


Dan di Tana Beru inilah, kami berkenalan dengan Pian. Seorang anak keturunan suku Bugis, yang tengah membantu ayah dan pamannya membuat sebuah kapal nelayan. Pian pun menjelaskan cara dan urutan dalam pembuatan kapal secara tradisional.

Bagian pertama yang dibuat adalah Lunas kapal, sebatang kayu memanjang di bagian bawah kapal, yang berguna untuk menjaga keseimbangan kapal ketika berlayar.
Lunas inilah yang menjadi ukuran patokan besar kecilnya sebuah kapal, semakin besar ukuran kapal, semakin panjang Lunas.

Yang berikutnya adalah Balok, terletak di atas Lunas, dan di Balok inilah biasanya mesin kapal dipasang. Setelah itu dibuatlah secara berurutan badan kapalnya, mulai dari Soting, Pengepe, dan Gading.

Semua bagian dari kapal ini disambung menggunakan pasak kayu, bukan paku besi, karena kayu tidak akan berkarat, melainkan akan memuai dan pada akhirnya menyatu dengan kapal secara keseluruhan.

Setelah kapal selesai dibangun, akan diadakan upacara dorong kapal di Tana Beru ini, tetapi sayang sekali kami tidak berkesampatan untuk menyaksikannya sendiri. Proses pembuatan kapal ini memakan waktu yang berbeda-beda, tergantung pada ketersediaan bahan dan juga dana.

Jika tidak ada halangan dalam pembuatan dan dengan jumlah pekerja yang cukup, 1 kapal nelayan kecil dapat selesai dalam jangka waktu 3-4 minggu.

Pian yang sangat fasih menjelaskan seluk beluk pembuatan kapal ini, ternyata sudah membantu membuat kapal sejak masih kelas 5 SD. Sekarang Pian sudah kelas 2 SMU. Menjadi polisi adalah cita-cita pertama Pian, yang kedua ingin kuliah jurusan perikanan di UnHas (Universitas Hassanudin). Ketika ditanya kenapa ingin menjadi polisi, Pian hanya tertawa ringan.



Keterangan gambar: Perahu nelayan yang tengah dibuat oleh Pian bersama keluarganya. (foto: susan stephanie/detik.com)


Pastinya jadi pelaut ataupun polisi, suku Bugis adalah suku yang tangguh.
Dan tahukah bahwa ternyata istilah bahasa Inggris Boogeyman itu awalnya diberikan oleh bangsa Eropa kepada orang-orang Bugis karena ketangguhan mereka selama berlayar di laut lepas.

Jadi kalau teman-teman mau bertemu dengan The Real Boogeyman dan melihat langsung pembuatan Kapal Pinisi, datanglah ke Tana Beru di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

bencana gunung merapi

Letusan gunung berapi


Jenis Bencana
Video File - Audio File - Document File
Gunung Api


Gunung api merupakan satu lubang yang muncul dari permukaan bumi dari persediaan dalam jumlah besar batuan yang mencair, yang disebut magma, didalam kerak bumi. Magma yang merupakan ramuan dasar untuk letusan gunung berapi adalah batuan yang mencair dan akumulasi gas-gas di bawah gunung berapi yang aktif yang berada di daratan atau di laut. Magma yang terbentuk dari silikat-silikat yang mengandung gas-gas yang bisa larut dan kadang-kadang menjadi mineral-mineral yang mengkristal dalam bentuk seperti cairan yang tidak dapat larut yang mengapung. Didorong oleh daya apung dan tekanan gas, magma, yang lebih ringan dibandingkan dengan batuan sekitarnya memaksa magma tersebut keluar ke atas. Ketikan magma itu mencapai permukaan, tekanannya menjadi berkurang yang memungkinkan larutan gas itu mengeluarkan busa putih, menodrong magma melewati gunung berapi ketika gas-gas tersebut dilepaskan. Gunung berapi melepaskan cairan batuan yang disebut lava dan atau abu dan batu-batu yang disebut tephra. Indonesia adalah suatu kepulauan dan dikenal sebagai Negara yang kaya akan gunung api, yang berderet pada jalur tektonik sepanjang lebih kurang 7000 km, mulai dari busur Sunda (Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara), Busur Banda (Banda, Ternate, Nila, Damar), Busur Sulawesi (Sulawesi Utara, Sangir Talaud), samapai dengan busur Halmahera (Halmahera dan sekitarnya).
Bentuk gunungapi tergantung pada bahan erupsi, letak titik erupsi, sifat erupsi, tipe erupsi, lingkungan gunungapi berada. Bahan piroklastik akan membentuk kerucut yang sangat mudah tererosi. Jika pusat erupsi berpindah-pindah maka bentuk gunungapi tidak teratur.
    * Bentuk Kaldera
    * Bentuk Kerucut Cinder
    * Bentuk Perisai
    * Bentuk Gunung Api Strato
    * Bentuk Kubah lava

Erupsi vulkanik masing-masing menghasilkan lava dan piroklastik. Erupsi berdasarkan sumber kejadiannya dapat dikelompokkan menjadi
  • Erupsi magmatik
  • Erupsi preatik
  • Erupsi preto magmatik
Letusan letusan gunung api dapat diuraikan sebagai berikut dalam susunan intensitas yang semakin mengecil

a. Tipe Pelean
Tipe ini adalah tipe letusan yg paling merusak, magama meletus keluar lewat tempat yang lemah dari pungung gunung.
b. Tipe Plinean
Tipe ini adalah dimana magma dilepaskan, dorongan keatas yang kuat dari gas yang dihasilkan dapat membentang jauh sampai di atmosfir. Tipe letusan ini pernah terjadi di Gunung Pinatubo pada tahun 1991.
c. Tipe Vesuvius
Tipe ini besifat eksplosif dan terjadi kadangkala saja. Letusan dari bentuk magma mengeluarkan awan abu yang bisa menutupi area yang luas
d. Tipe Vulkanian
Tipe ini adalah lava yang membentuk kerak di atas lubang-lubang vulkanis diantara letusan yang membentuk volcano. Letusan yang terjadi berikutnya jauh lebih dahsyat dan mengeluarkan awan-awan materi yang padat.
e. Tipe Stromboli
Tipe ini adalah gas-gas lepas lepas lava yang bergerak secara perlahan diantara letusan dapat terjadi terus menerus. Bom vulkanis dari gumpalan lava bisa dikeluarkan menuju langit.
f. Tipe Hawai
Tipe ini adalah dimana lava mudah bergerak dan mengalir secara bebas dan gas-gas dilepaskan relatif dengan cara yang tenang.
g. Tipe Islandia
Tipe ini mirip dengan tipe hawai, dimana lava mengalir dari celah-celah yang dalam dan membentuk lembaran-lembaran yang membentang pada semua jurusan lava.

♥ Pray and Fight for Indonesia :')

Untuk kesekian kalinya Indonesia-ku mengangis lagi :( kali ini bencana tsunami sama meletusnya gunung merapi. kalo bencana gunung meletus sih aku gak seberapa kaget. kan sehari sebelumnya udah diberi peringatan "AWAS" buat penduduk di sekitar Magelang itu. ternyata bener, pas malam hari gunung itu meletus. 
naah kalo bencana Tsunami itu aku yang kaget. kasian banget kenapa harus orang Mentawai yang duiuji. Aku sih bersyukur banget bukan Malang, tapi otrang Mentawai itu kan masih primitif :'( mereka seakan-akan seperti manusia baru lahir yang tidak dilumuri dosa. wajah polos mereka yang dibasahi oleh linangan air mata yang paling mbuat aku gak tegaa! lebih dari 300 jiwa terenggut di bencana ini. 


memang sih kalau Allah sudah mengatakan "KUN FAYAKUN!" maka yang terjadi, terjadilah. tapi gak mungkin Allah memberi cobaan kalau kita gak berbuat suatu kesalahan. Ya Allah aku sih cuma bisa berharap ini jadi bencana yang terakhir di bumi pertiwi tercinta. dan semoga orang-orang yang ditinggal sanak saudaranya bisa dilapangkan dadanya. Amiiiinnn....

kalo udah kayak gini siapa yang harus introspeksi? kita semua pastinya!
Ayoo dooong Indonesia-ku, WAKE UP!! yang paling mudah untuk memperbaiki semua kesalahan kita itu MENCINTAI ALAM. alam pasti tidak akan murka kalau kita selalu peduli sama dia. yang kedua kurangin tuh maksiat. kayak maksiat udah merajalela. Astaghfirullaaah --"
gak ada yang gak mungkin. semua masih bisa kita perbaiki asalkan kita berjanji gak ngulangin lagi. lebih baik terlambat kan, daripada gak sama sekali. kita mulai semuanya dengan bercermin pada diri kita sendiri. aku sendiri ngaku masih sering "nakal" sama alam ini. aku masih sering buang sampah sembarangan, itu yang paling sering aku lakuin. hehhehe..
kalau setiap idividu udah bisa instropeksi, percaya deh lama-kelamaan Indonesia bakal kadi negara yang maju dan berkualitas. serta memiliki anak bangsa yang berilmu dan berbudi pekerti :) Amin Ya Robbal 'Alamin..